Makanan Khas Papua

lp

Bagi Anda yang menyukai cita rasa makanan yang berbeda dan lain daripada yang lain, Anda harus mencoba makanan-makanan khas Papua yang kebanyakan menggunakan bahan sagu sebagai makanan pokoknya. Sagu yang dipakai haruslah melalui berbagai proses pembuatan, ini berguna agar tepung sagu yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan khas Papua yang menggunakan bahan makanan utama sagu. Rasa dari sagu itu sendiri adalah tawar, sehingga harus dicampur dengan berbagai macam makanan lainnya agar makanan khas papua ini dapat terasa gurih. Salah satunya makanan khas papua adalah papeda. Papeda digunakan masyarakat Papua sebagai pengganti padi atau sebagai makanan pokok.

Makanan khas Papua berupa papeda haruslah dikombinasikan dengan lauk-pauk berkuah, seperti kuah ikan kuning. Ini tidak hanya ditujukan untuk memberi rasa asam dan gurih pada rasa tawar yang diciptakan dari sagu pada papeda, melainkan juga agar papeda yang lengket tersebut dapat diputuskan dengan cara dibasahi papeda tersebut menggunakan kuah ikan. Uniknya, cara makan papeda dengan kuah ikan kuning ini adalah dengan menggunakan sebelah tangan atau mungkin hanya 3 jari saja yang berguna untuk memutuskan papeda yang lengket tersebut. Unik bukan?

Makanan khas Papua yang lainnya adalah Ikan Bakar Manokwari, yaitu merupakan ikan tongkol yang dibakar dan ditaburi sambal khas papua yang lezat. Mungkin cara membakar ikan tongkol ini memang sudah biasa, namun, rasa makanan khas papua ini justru sangat lezat dan terasa sekali bumbunya di lidah sehingga Anda dapat merasa ketagihan disetiap potongan ikan yang sudah dimakan. Bumbu yang digunakan makanan khas papua ini adalah campuran dari bawang merah, cabai merah dan garam dengan sedikit gula pasir. Rasa yang lezat ini timbul dari segarnya ikan yang dibakar ditambah bumbu pedas-manis yang dilumuri diatas ikan. Dapat dimakan dengan sagu batangan maupun dengan di campur singkong yang di rebus. Rasanya sangat WOW!

Bila Anda sudah berkunjung ke Papua dan mencoba hal-hal diatas, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh camilan yang terbuat dari sagu makanan khas papua. Camilan ini bentuknya kecil setengah jari-jari orang dewasa dan pastinya terbuat dari tepung sagu. Makanan khas papua ini sering disebut dengan nama, kue Bagea. Bentuknya yang keras tetapi renyah ini mempunya daya tarik tersendiri bagi para wisatawan kuliner dari berbagai tempat, baik lokal maupun luar negeri.

Makanan khas Papua yang terakhir yang akan kita bahas ialah sagu batangan. Diproduksi dari tepung sagu kemudian dicetak dan dijemur pada cuaca yang cerah di siang hari. Sagu batangan ini dapat bertekstur lembek dan dapat pula bertekstur keras. Anda dapat memakan sagu batangan ini dengan berbagai macam cara, salah satunya mencelupkannya kedalam teh apabila Anda menyukai rasa manis dan renyahnya sagu batangan. Sedangkan dapat pula Anda memakannya bersamaan dengan menggunakan lauk-pauk yang gurih dan lezat seperti Ikan bakar manokwari, kuah ikan kuning, rebusan daun singkong atau rebusan daun pepaya, atau lauk-pauk yang lain. Dijamin, rasanya yang unik akan bikin Anda jatuh hati dengan makanan khas papua ini. Berani mencoba?

Ini Dia Makanan Bunglon Yang Baik

l

Bunglon merupakan jenis kadal yang dapat merubah kulitnya. Bunglon memiliki ukuran yang bermacam-macam mulai dari yang ukurannya sekecil ujung jari, sedang hingga yang beukuran besar. Bunglon yang berukuran sekecil jari ini hany dapat ditemukan di Madagascar. Sedangkan bunglon sedang dapat kita temukan hampir di seluruh negara. Namun Bunglon yang beukuran besar ini hanya berada di daerah —. Makanan bunglon yang dimakan juga bermacam-macam bergantung pada ukuran dari bunglon tersebut.

Seperti yang kita ketahui, makanan bunglon pada umumnya adalah serangga seperti belalang, lalat, kecoa, jangkrik. Namun ada pula bunglon yang memakan burung, seperti bunglon —, bunglon ini berukuran besar dan tidak dibolehkan untuk di pelihara karena merupakan satwa yang dilindungi. Jenis burung yang dimakan bunglon ini juga bervariasi seperti burung —- dan burung —. Sedangkan makanan bunglon kecil adalah —-.

Bunglon yang dapat di pelihara hanyalah bunglon yang berukuran sedang, yakni bunglon —-. Seperti yang sudah disebutkan seperti diatas, makanan bunglon ini adalah serangga, namun tidak hanya itu, bermacam-macam ulat juga dimakan oleh bunglon. Bagi Anda yang ingin merawat bunglon atau yang akan merawat bunglon, pelu Anda ketahui bahwa kadang bunglon juga dapat memakan dedaunan yang ada di pohonnya juga, sehingga demi mencegah bunglon memakan daun dari pohon yang tedapat di kandang, sebaiknya Anda memberikan makanan bunglon berupa sayuran mentah seperti sawi, dan dapat pula diberikan kacang polong. Namun tetap saja, makanan yang paling disukai bunglon adalah serangga.

Lalu bagaimana dengan cara pemberiannya? Pemberian makanan bunglon dapat dibagi dengan 2 cara, yaitu dengan cara pemberian secara langsung dan pemberian dengan menggunakan wadah penampung makanan.

Cara pemberian makanan bunglon secara langsung adalah dengan melepaskan serangga yang hidup seperti belalang, lalat, atau jangkrik kedalam kandang bunglon Anda, sehingga bunglon akan mencoba menangkap mangsanya. Hal ini cukup baik karena dapat melatih lidah bunglon Anda menjadi lebih aktif dibandingkan dengan menaruh makanan di penampung makanan. Namun ada beberapa kerugian bila Anda melakukan pemberian makanan seperti ini, karena mangsa bunglon yang dilepaskan kedalam kandang bunglon dapat bersembunyi dari bunglon, bahkan mangsa yang dilepaskan kedalam kandang bisa saja kabur.

Cara yang lain adalah dengan pemberian makanan bunglon dengan menggunakan wadah, yaitu dengan cara menampung makanan di wadah tempat makan bunglon. Makanan bunglon yang diberikan di wadah ini berupa ulat, baik ulat — maupun ulat —. Namun pemberian menggunakan wadah dapat membuat bunglon cepat merasa bosan. Sehingga cara ini sebaiknya digunakan bergantian dengan pemberian secara langsung.

Pemberian makanan bunglon yang terlalu banyak juga tidaklah baik untuk bunglon Anda karena bisa menyebabkan bunglon Anda menjadi gemuk. Bila ini sudah terjadi, maka sebaiknya kurangi porsi makanan bunglon Anda karena ini tidak terlalu baik untuk kesehatan bunglon Anda. Selain itu, menaruh makanan bunglon berupa serangga dan terlalu lama tidak dimakan oleh bunglon Anda, juga tidaklah baik karena mangsa bunglon tersebut dapat menyerang balik bunglon Anda terutama bila jumlahnya terlalu banyak sehingga Anda juga harus berhati-hati.

Pemberian suplemen juga tidak boleh dilupakan karena ini cukup baik untuk bunglon Anda. Suplemen dapat diberikan dengan pemberian 3 kali seminggu dengan cara menaburkan bubuk suplemen diatas makanan bunglon yang akan Anda berikan kepada bunglon Anda.

Sebelum memberikan makanan bunglon kepada bunglon Anda, perlu diketahui juga bahwa makanan bunglon yang Anda berikan haruslah bergizi baik untuk bunglon Anda. Sebelum meberi makan kepada bunglon Anda, sebaiknya Anda juga memberikan makanan kepada mangsa bunglon tersebut berupa dedaunan hijau segar, wortel, Kental, apel, dan lainnya. Misalnya saja belalang, Anda dapat memberi makan belalng dengan dedaunan hijau, ulat juga dapat diberikan apel, dan sebagainya sehingga bunglon Anda juga memakan mangsanya yang bernutrisi dan baik untuk bunglon Anda.

Cara Uji Makanan Berbahan Pengawet

images (4)

Di Indonesia, makanan dengan berbahan pengawet sudah bukan hal aneh lagi dan bukan lagi menjadi sorotan publik saat ini, melainkan menjadi hal yang biasa saat ini. Berbagai macam bahan pengawet yang digunakan para pedagang makanan saat ini. Namun sekarang, banyak sekali pengawet makanan yang tidak cukup digunakan pada makanan yang akan dijual para pedagang, sehingga pengawet yang tidak diperbolehkan untuk di kemas pada makanan mulai disalah gunakan manfaatnya sehinggga menimbulkan dampak buruk bagi konsumen-konsumennya. Lalu bagaimana  cara kita menghindari makan makanan berbahaya ini?? Caranya cukup sederhana. Kita hanya perlu melakukan cara uji makanan berbahan pengawet menggunakan alat-alat dan bahan-bahan  yang mudah kita dapatkan.

Formalin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan pada mayat manusia, maupun organ-organ manusia agar menjadi awet dan tahan lama hingga berbulan-bulan lamanya bahkan bertahun-tahun lamanya. Di lain sisi, para penjual yang menggunakan bahan kimia berbahaya ini melihat adanya sebuah ide yang disertai dengan alasan mendukung dalam penggunaan bahan berbahaya ini. Mereka berpikir bahwa penggunaan bahan kimia berupa formalin ini dapat membuat makanan menjadi awet lebih dari beberapa minggu sehingga biaya untuk membeli bahan pengawet yang dianjurkan tidaklah efektif lagi dimata mereka. Selain itu, modal yang dikeluarkan tidaklah sebanyak banyak dan ini tidak dianggap sebagai kerugian bagi para penjualnya. Namun tetap saja, penggunaan formalin ini dapat merusak kesehatan tubuh manusia bila dikonsumsi. Sehingga, kita sebagai konsumen harus berhati-hati dalam membeli makanan. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui cara uji makanan berbahan pengawet formalin. Berikut cara mengetahuinya:

Cara uji makanan berbahan pengawet formalin sangatlah mudah diketahui bila Anda jeli dalam memperhatikan bentuk makanan yang Anda akan makan. Pada tahu, sangat mudah mengetahui ada tidaknya kandungan formalin didalamnya karena bentuknya sangat berbeda dari tahu tanpa menggunakan bahan pengawet berbahaya. Bentuk tahu akan terlihat rapih dan kenyal, aroma tahu yang biasa kita cium pada tahu yang ‘normal’ tidak akan terdapat lagi pada makanan yang telah diberikan campuran formalin sebagai bahan pengawet. Apabila tahu tersebut disimpan didalam kulkas, tahu akan bertahan sama dan tetap terlihat bagus dan segar walau hingga 2 minggu lamanya disimpan.

Tidak hanya pada tahu saja cara uji makanan berbahan pengawet dapat dilakukan, namun berbagai macam makanan lain seperti Mie, ayam bahkan ikan juga bentuknya akan terlihat sama-sama berbeda daripada bentuk ‘normal’-nya. Formalin yang digunakan pada makanan-makanan tersebut memiliki bentuk yang sama yaitu kenyal, berwarna putih (terutama pada insang ikan yang biasanya berwarna merah) dan memiliki aroma formalin yang menyengat.

Tidak hanya formalin saja yang dipergunakan para penjual licik ini, melainkan bahan seperti boraks yang biasa digunakan untuk pengawet kayu dan zat antiseptik yang terdapat pada larutan pembersih lantai mereka gunakan juga untuk membuat bentuk dari makanan mereka terlihat lebih menarik dan kenyal. Padahal seperti yang kita semua ketahui, makanan mengandung boraks ini sangat amat tidak baik untuk kesehatan tubuh karena kandungan toksik atau racunnya dapat merusak sistem pencernaan bahkan memicu pertumbuhan kanker didalam tubuh konsumen. Sehingga kita sebagai konsumen harus mewaspadai berbagai macam makanan yang dijual diluar sana. Kita dapat pula melakukan cara uji makanan berbahan pengawet pada makanan-makanan tersebut dengan menggunakan cara seperti berikut:

Sama seperti makanan yang digunakan formalin, makanan yang mengandung boraks sebagai bahan pengawetnya akan terlihat kenyal dan berwarna putih. Bila daging biasanya berwarna merah segar, makanan yang menggunakan boraks akan terlihat putih dan memiliki rasa yang berbeda. Rasa yang berbeda itu adalah ketika Anda mencoba (misalnya bakso), rasa yang diciptakan dari makanan tersebut akan menjadi rasa yang getir. Ini merupakan cara uji makanan berbahan pengawet yang dapat Anda ketahui dengan mudah saat Anda mencobanya. Namun bila Anda tidak ingin mencobanya terlebih dahulu, Anda dapat melakukan percobaan kecil dengan menggunakan air kunyit. Air kunyit dapat Anda teteskan ke kedua tempat, yaitu pada cairan yang mengandung boraks dan pada makanan yang hendak Anda coba. Bila warna air kunyit yang diteteskan kepada cairan berisi boraks dan pada makanan memiliki warna yang sama (merah kecokelatan), maka makanan yang Anda coba tersebut positif mengandung boraks.

Setelah mengetahui cara uji makanan berbahan pengawet baik itu dari formalin maupun boraks, kita sebagai konsumen haruslah menjaga kesehatan kita dengan cara menghindari makanan-makanan seperti itu. Namun apabila Anda merupakan penjual makanan, janganlah mencoba untuk  menggunakan bahan-bahan pengawet berbahaya seperti itu karena bisa merusak kesehatan manusia yang lain. (mus)