Contoh Makanan Berprotein Tinggi

aaa

Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia membutuhkan zat-zat makanan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Zat makanan ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien merupakan zat makanan yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, ini terdiri atas karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan mikronutrien merupakan zat makanan yang sedikit dibutuhkan tubuh yang terdiri dari vitamin dan mineral. Salah satu yang penting dari zat-zat tersebut adalah protein. Protein itu sendiri berfungsi membentuk jaringan untuk pertumbuhan tubuh dan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Protein juga mengatur keseimbangan cairan didalam tubuh dan keseimbangan kadar pH tubuh serta meningkatkan sistem imun tubuh yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai mikroorganisme yang bersifat patogen (merusak) bagi tubuh. Sehingga terlalu sedikitnya zat makanan yang kita makan, tidak baik untuk kesehatan tubuh, begitu pula sebaliknya. Kita harus dapat menyeimbangkan makanan yang kita makan, salah satunya protein. Makanan yang rendah protein dapat mempengaruhi pertumbuhan tubuh, namun makanan berprotein tinggi juga dapat menjadi hal baik dan hal yang tidak baik.

Makanan berprotein tinggi dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh juga. Apabila tubuh sedang mengalami demam, makanan berprotein tinggi dapat membantu mengembalikan kondisi tubuh menjadi lebih baik. Sedangkan hal tidak baik dari makanan berprotein tinggi adalah ketika tidak seimbangnya asupan protein dengan kebutuhan protein yang dibutuhkan tubuh, bila berlebihan dan terjadi secara terus menerus, hal ini malah dapat menimbulkan penyakit yang disebut dengan Gout Arthritis. Gout Arthritis atau Artritis Gout adalah kondisi medis yang terjadi dalam bentuk serangan akut yang disebabkan oleh kelainan metabolisme purin sehingga terjadi peningkatan asam urat dalam darah. Ini biasa terjadi pada mereka yang salah satunya mengkonsumsi makanan tinggi protein yang melebihi kadar protein yang dibutuhkan tubuh. Lalu bagaimana baiknya? Baiknya adalah jika kita mengkonsumsi makanan berprotein tinggi di saat yang tepat dan seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Berikut adalah contoh-contoh makanan berprotein tinggi dengan banyaknya protein per 100 gram penyajian: daging rendah lemak (36 g), putih telur (13 g), ikan tuna (26 g), susu (6 g), tahu (7 g), tempe (18 g), kedelai (17 g) , kacang tanah (33 g), dada ayam (30g), keju rendah lemak (32 g), susu kedelai (6 g), yogurt (6 g), almond (33 g), kepiting (19 g), Lobster (26 g).

Buah-buahan juga memiliki protein, namun tidak setinggi makanan yang telah disebutkan diatas tadi. Buah-buahan yang merupakan makanan berprotein tinggi adalah kelapa muda, pisang, kurma, alpukat, dan masih banyak lagi dengan kisaran protein 0-3 gram per 100 gram penyajian.

Bagi Anda yang memiliki alergi pada ikan, atau kacang, Anda dapat memilih memakan daging ayam sebagai makanan berprotein tinggi, karena kandungan protein didalam daging ayam cukuplah tinggi. Sedangkan bagi Anda yang vegetarian, kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah bahkan tahu dapat menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang ingin memakan makanan berprotein tinggi selain daging, karena tentu saja orang vegetarian tidak menyukai memakan binatang, bukan? Hehehe…

Perlu Anda ketahui bahwa kebutuhan protein normal manusia adalah berkisar 10-15% dari kebutuhan energi totalnya, atau sekitar 0,8-1,0 gram/ kg berat badan. Pada orang yang sakit demam, kebutuhan proteinnya meningkat sekitar 1,5-2,0 gram/ kg berat badan, sehingga membutuhkan makanan berprotein tinggi yang cukup untuk menambah protein yang dibutuhkan.
Bagi Anda yang menyukai makanan diatas, sangatlah mudah bagi Anda dalam memilih menu untuk mengisi kebutuhan protein Anda, bukan? Bagi yang vegetarian, kebutuhan protein Anda dapat tergantikan dengan mengkonsumsi makanan berprotein tinggi seperti Almond dan kacang-kacangan lainnya. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan? (mus)

Iklan