Cara Uji Makanan Berbahan Pengawet

images (4)

Di Indonesia, makanan dengan berbahan pengawet sudah bukan hal aneh lagi dan bukan lagi menjadi sorotan publik saat ini, melainkan menjadi hal yang biasa saat ini. Berbagai macam bahan pengawet yang digunakan para pedagang makanan saat ini. Namun sekarang, banyak sekali pengawet makanan yang tidak cukup digunakan pada makanan yang akan dijual para pedagang, sehingga pengawet yang tidak diperbolehkan untuk di kemas pada makanan mulai disalah gunakan manfaatnya sehinggga menimbulkan dampak buruk bagi konsumen-konsumennya. Lalu bagaimana  cara kita menghindari makan makanan berbahaya ini?? Caranya cukup sederhana. Kita hanya perlu melakukan cara uji makanan berbahan pengawet menggunakan alat-alat dan bahan-bahan  yang mudah kita dapatkan.

Formalin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan pada mayat manusia, maupun organ-organ manusia agar menjadi awet dan tahan lama hingga berbulan-bulan lamanya bahkan bertahun-tahun lamanya. Di lain sisi, para penjual yang menggunakan bahan kimia berbahaya ini melihat adanya sebuah ide yang disertai dengan alasan mendukung dalam penggunaan bahan berbahaya ini. Mereka berpikir bahwa penggunaan bahan kimia berupa formalin ini dapat membuat makanan menjadi awet lebih dari beberapa minggu sehingga biaya untuk membeli bahan pengawet yang dianjurkan tidaklah efektif lagi dimata mereka. Selain itu, modal yang dikeluarkan tidaklah sebanyak banyak dan ini tidak dianggap sebagai kerugian bagi para penjualnya. Namun tetap saja, penggunaan formalin ini dapat merusak kesehatan tubuh manusia bila dikonsumsi. Sehingga, kita sebagai konsumen harus berhati-hati dalam membeli makanan. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui cara uji makanan berbahan pengawet formalin. Berikut cara mengetahuinya:

Cara uji makanan berbahan pengawet formalin sangatlah mudah diketahui bila Anda jeli dalam memperhatikan bentuk makanan yang Anda akan makan. Pada tahu, sangat mudah mengetahui ada tidaknya kandungan formalin didalamnya karena bentuknya sangat berbeda dari tahu tanpa menggunakan bahan pengawet berbahaya. Bentuk tahu akan terlihat rapih dan kenyal, aroma tahu yang biasa kita cium pada tahu yang ‘normal’ tidak akan terdapat lagi pada makanan yang telah diberikan campuran formalin sebagai bahan pengawet. Apabila tahu tersebut disimpan didalam kulkas, tahu akan bertahan sama dan tetap terlihat bagus dan segar walau hingga 2 minggu lamanya disimpan.

Tidak hanya pada tahu saja cara uji makanan berbahan pengawet dapat dilakukan, namun berbagai macam makanan lain seperti Mie, ayam bahkan ikan juga bentuknya akan terlihat sama-sama berbeda daripada bentuk ‘normal’-nya. Formalin yang digunakan pada makanan-makanan tersebut memiliki bentuk yang sama yaitu kenyal, berwarna putih (terutama pada insang ikan yang biasanya berwarna merah) dan memiliki aroma formalin yang menyengat.

Tidak hanya formalin saja yang dipergunakan para penjual licik ini, melainkan bahan seperti boraks yang biasa digunakan untuk pengawet kayu dan zat antiseptik yang terdapat pada larutan pembersih lantai mereka gunakan juga untuk membuat bentuk dari makanan mereka terlihat lebih menarik dan kenyal. Padahal seperti yang kita semua ketahui, makanan mengandung boraks ini sangat amat tidak baik untuk kesehatan tubuh karena kandungan toksik atau racunnya dapat merusak sistem pencernaan bahkan memicu pertumbuhan kanker didalam tubuh konsumen. Sehingga kita sebagai konsumen harus mewaspadai berbagai macam makanan yang dijual diluar sana. Kita dapat pula melakukan cara uji makanan berbahan pengawet pada makanan-makanan tersebut dengan menggunakan cara seperti berikut:

Sama seperti makanan yang digunakan formalin, makanan yang mengandung boraks sebagai bahan pengawetnya akan terlihat kenyal dan berwarna putih. Bila daging biasanya berwarna merah segar, makanan yang menggunakan boraks akan terlihat putih dan memiliki rasa yang berbeda. Rasa yang berbeda itu adalah ketika Anda mencoba (misalnya bakso), rasa yang diciptakan dari makanan tersebut akan menjadi rasa yang getir. Ini merupakan cara uji makanan berbahan pengawet yang dapat Anda ketahui dengan mudah saat Anda mencobanya. Namun bila Anda tidak ingin mencobanya terlebih dahulu, Anda dapat melakukan percobaan kecil dengan menggunakan air kunyit. Air kunyit dapat Anda teteskan ke kedua tempat, yaitu pada cairan yang mengandung boraks dan pada makanan yang hendak Anda coba. Bila warna air kunyit yang diteteskan kepada cairan berisi boraks dan pada makanan memiliki warna yang sama (merah kecokelatan), maka makanan yang Anda coba tersebut positif mengandung boraks.

Setelah mengetahui cara uji makanan berbahan pengawet baik itu dari formalin maupun boraks, kita sebagai konsumen haruslah menjaga kesehatan kita dengan cara menghindari makanan-makanan seperti itu. Namun apabila Anda merupakan penjual makanan, janganlah mencoba untuk  menggunakan bahan-bahan pengawet berbahaya seperti itu karena bisa merusak kesehatan manusia yang lain. (mus)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s